Kata2 DP BBM Ayah dan Anak Perempuan
Entah disadari atau tidak, umumnya kebanyakan anak perempuan lebih erat dengan ayahnya. Begitu pun dengan diri saya sendiri. Tidak berarti kami tak cinta dan tak menghargai jasa-jasa ibu, cuma kadang ada momen-momen tertentu di mana porsi kedekatan kami pada ayah lebih besar alasannya beberapa faktor.
Bagi kebanyakan anak perempuan, ayah bagaikan sosok pahlawan. Sebab rata-rata setiap ayah pasti akan melindungi anak perempuannya. Secara fisik pun, ayah lebih bisa diandalkan ketimbang ibu ketika menghadapi permasalahan yang memerlukan kekuatan fisik.
Sebagai perempuan kami sadar akan perbedaan mendasar antara pria dan wanita, pria umumnya lebih mengutamakan kebijaksanaan setiap mengambil keputusan. Inilah sebabnya kami selalu membutuhkan saran ayah untuk menerima opsi lain ketika sedang memerlukan jalan keluar dari aneka macam duduk perkara yang kami hadapi.
Kebanyakan ayah biasanya bersikap easy going. Ayah cenderung menunjukkan kebebasan pada anaknya dan tak banyak membebani kami dengan aturan yang remeh temeh, hal ini yang kadang membuat kami lebih nyaman dikala bersamanya. Sehingga tampak seakan-akan anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya.
“Ayah, kumohon manfaatkanlah waktu kita yang tersisa untuk bercengkrama menyerupai dikala saya masih kanak-kanak, sebelum nanti saya tumbuh menjadi wanita dewasa, dan menikah, sehingga harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendampingi suami dan mengurus belum dewasa kami ...”
Ayah merupakan laki-laki pertama yang kami cintai. Ayah memang tinggal satu rumah dan berjumpa dengan kami setiap hari. Namun apakah Ayah sungguh-sungguh mengerti kami, hingga ke hal-hal yang paling mendasar dalam hidup kami? Tahukah ayah jenis musik kami sukai? Atau berharap menjadi apa bila kami besar nanti?
Yang kami inginkan hanyalah cintamu, Ayah... Kami ingin menerima kasih sayang, lebih dibanding segala benda yang bisa Ayah belikan. Maaf kalau kami mungkin pernah membuat Ayah marah dan kecewa. Namun, janganlah berpaling, Ayah ... Katakan pada kami kalau Ayah akan tetap menyayangi, apapun yang terjadi.
Sesibuk apapun sempatkan hadir di program kami, Ayah. Kehadiran Ayah di acara-acara yang penting bagi kami, misalnya pentas seni yang pertama atau babak final sebuah lomba yang kami ikuti pasti akan sangat berarti bagi kami.
Merajalelanya iklan dan tayangan di media yang selalu mengagungkan kesempurnaan fisik, tak dipungkiri kadang bisa menurunkan rasa percaya diri kami. Tetapi kami akan selalu tersenyum setiap teringat dikala Ayah mengatakan, kalau di mata Ayah kami jauh lebih mengagumkan dari pada artis-artis di serpihan dunia manapun.
Tak semua dongeng berakhir bahagia. Setiap orang tentu pernah mengalami saat-saat terberat dalam hidupnya. Kehadiran Ayah di sisi kami sewaktu kami merasa sedih, kecewa atau sakit hati selalu berhasil membantu kami biar lekas berdiri dan melanjutkan hidup.
Bagi kebanyakan anak perempuan, ayah bagaikan sosok pahlawan. Sebab rata-rata setiap ayah pasti akan melindungi anak perempuannya. Secara fisik pun, ayah lebih bisa diandalkan ketimbang ibu ketika menghadapi permasalahan yang memerlukan kekuatan fisik.
Sebagai perempuan kami sadar akan perbedaan mendasar antara pria dan wanita, pria umumnya lebih mengutamakan kebijaksanaan setiap mengambil keputusan. Inilah sebabnya kami selalu membutuhkan saran ayah untuk menerima opsi lain ketika sedang memerlukan jalan keluar dari aneka macam duduk perkara yang kami hadapi.
Kebanyakan ayah biasanya bersikap easy going. Ayah cenderung menunjukkan kebebasan pada anaknya dan tak banyak membebani kami dengan aturan yang remeh temeh, hal ini yang kadang membuat kami lebih nyaman dikala bersamanya. Sehingga tampak seakan-akan anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya.
“Ayah, kumohon manfaatkanlah waktu kita yang tersisa untuk bercengkrama menyerupai dikala saya masih kanak-kanak, sebelum nanti saya tumbuh menjadi wanita dewasa, dan menikah, sehingga harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendampingi suami dan mengurus belum dewasa kami ...”
Ayah merupakan laki-laki pertama yang kami cintai. Ayah memang tinggal satu rumah dan berjumpa dengan kami setiap hari. Namun apakah Ayah sungguh-sungguh mengerti kami, hingga ke hal-hal yang paling mendasar dalam hidup kami? Tahukah ayah jenis musik kami sukai? Atau berharap menjadi apa bila kami besar nanti?
Yang kami inginkan hanyalah cintamu, Ayah... Kami ingin menerima kasih sayang, lebih dibanding segala benda yang bisa Ayah belikan. Maaf kalau kami mungkin pernah membuat Ayah marah dan kecewa. Namun, janganlah berpaling, Ayah ... Katakan pada kami kalau Ayah akan tetap menyayangi, apapun yang terjadi.
Sesibuk apapun sempatkan hadir di program kami, Ayah. Kehadiran Ayah di acara-acara yang penting bagi kami, misalnya pentas seni yang pertama atau babak final sebuah lomba yang kami ikuti pasti akan sangat berarti bagi kami.
Merajalelanya iklan dan tayangan di media yang selalu mengagungkan kesempurnaan fisik, tak dipungkiri kadang bisa menurunkan rasa percaya diri kami. Tetapi kami akan selalu tersenyum setiap teringat dikala Ayah mengatakan, kalau di mata Ayah kami jauh lebih mengagumkan dari pada artis-artis di serpihan dunia manapun.
Tak semua dongeng berakhir bahagia. Setiap orang tentu pernah mengalami saat-saat terberat dalam hidupnya. Kehadiran Ayah di sisi kami sewaktu kami merasa sedih, kecewa atau sakit hati selalu berhasil membantu kami biar lekas berdiri dan melanjutkan hidup.

Komentar
Posting Komentar